Hampir Kecopetan
Saturday, May 14th, 2005Kemarin (sabtu, 15/5/05) pergi ke kantornya majalah ESQ NEBULA, di Pondok Pinang. berangkat jam 12 siang, sebenarnya mau berangkat jam 11 cuma karena perut minta untuk diisi akhirnya singgah di Warteg, makan dan minum es teh manis.
akhirnya berangkat jam 12 siang, sampe di halte lama nungguin bus yang mau ke Blok M (bus 921) karena emang busnya nya dikit sih, bus yang sudah lama di tunggu2 dateng juga jam sudah menunjukkan jam 12.40 menit, tapi penuh dengan penumpang terpaksa berdiri deh sampe ke blok M, tapi banyarnya sama aja dengan yang duduk, ga adil yaa:), tapi gpp dari pada naik naik bajai bakal lebih mahal dan lama.
Sampe di blok M ga tau jam berapa krn ga sempat liat jam, akhirnya tidak lama nunggu metromini jurusan Pd Pinang-blok M (611) datang, lansung saja naik, ternyata di metromini itu baru saya satu-satu nya penumpangnya. setelah keluar dari terminal blok M, di Jl Melawai akhirnya ada tambahan penumpang lg, yang naik 2 cewek cantik, setelah ngelirik ke cewek itu (mubazir kalo tidak dilihat) ternyata itu cewek pernah terlihat juga di bus 911 (dari Kmp Melayu-Blok M). Cewek itu tidak masuk terminal, dia lansung lewatin maal (jalan pintas) nunggu di tempat yang sudah rutin di lalui oleh bus itu, kalo dilihat dari pakaian dan dandananya seh seorang SPG (sales promotion girl). cewek itu duduk pas di samping kursi tempat aku duduk, dalam perjalan tidak ada sapaan satu patah katapun sampe akhirnya saya turun di tempat tujuan.
Di kantor nebula sekitar 3 jam lebih, keluar sekitar jam 5. balik-nya menggunakan jalur yang sama lagi, naik metromini 611, kondisinya sama seperti waktu berangkat, saya penumpang pertamanya motromini itu. setelah berjalan sekitar 2 km naiklah dua orang penumpang (cewek & cowok), duduk bersebelahan dengan barisan kursi tempat saya duduk. karena penumpangnya sedikit metromini jalannya pelan2, biar tidak bosen krn saya liat2 keluar dari pintunya karena saya duduk dekat pintu bagian depan.
Saat melihat2 keluar tidak sengaja pandangan saya tertuju ke seorang tua laki-laki umurnya kalo dilihat dari kondisi fisiknya sih sekitar 49an karena rambutnya sudah putih. mobil yang saya tumpangi terus berjalan dengan pelan2 sehingga pandangan saya beralih dari orang tua itu, tidak lama kemudian sekitar 7 menit mobil tersebut berhenti dan menaikkan tiga penumpang laki2 separuh baya, dan satu dari orang tersebut saya pernah lihat, dia adalah orang tua yang saya lihat tadi. saya yakin dia tidak naik mobil yang saya naiki, saya jadi heran kenapa tiba2 dia ada didepan menyetop mobil yang saya naiki, dia naik dengan pakaian rapi dan membawa sebuah map dan duduk sebelah kiri saya krn masih ada yang kosong. dua orang lagi yang naik bareng sama dia duduk di kursi samping agak depan sedikit dan yang satunya lagi berdiri di belakang saya. tidak lama yang duduk di depan memberikan saya secarik kertas yang berisi gambar kaki dan tangan (refleksi) dengan keterangan2nya. kertas tersebut diberikan ke saya dan penumpang yang naik bareng dia (berdiri dibelakang) orang yang di seblah kiri (bapak tua) dan pasangan yang duduk disamping saya tidak diberikan.
setelah itu dia mulai memegang lutut saya seolah2 mempraktekkan pijat refleksi, saya tidak mau dan berusaha menghindar, dan tiba2 saya merasakan ada yang meraba kantong celana sebelah kiri saya yang didalamnya ada HP (handphone) saya baru merasakan ada yang tidak beres, orang yang duduk didepan saya berusaha menarik kaki kiri saya untuk diluruskan dengan paksa, sambil orang tua yang disamping kiri saya berusaha tangannya masuk ke kantong saya sambil ditutup dengan map, akhirnya saya berontak dan pindah ke kursi bagian depan dekat dengan supir. sambil saya meraba kantong kiri saya, ternyata mereka tidak berhasil mendapatkan HP saya yang mereka incar. setelah itu saya melihat mereka ngobrol bertiga dan saya baru tau kalo mereka bertiga kompak. tidak lama kemudian mereka turun, supir kemudian bertanya ke saya "apa yang dia dapat..?" saya bilang tidak dapat apa2 mereka.
sopir tersebut bilang sekarang pnecopet dengan berbagai macam aksinya banyak, mereka mengincar angkutan yang agak sepi, dan mereka berkelompok, dia menasehati saya untuk berhati2 apalagi di terminal blok M sekarang tambah banyak saja pencopet/penodong.