Archive for February, 2006

HUKUM MERAYAKAN HARI VALENTINE BUAT UMAT ISLAM

Wednesday, February 15th, 2006

Assalamu’alaikum wr. wb.

Langsung saja pertanyaan saya Ustadz, bagaimana hukum merayakan hari Valentine dalam pandangan syariah Islam? Mohon dijelaskan hakikat dan sejarahnya. Mohon dijelaskan, terima kasih

Wassalamu’alaikum wr. wb.

- Nurahini Hendrawati -

Jawaban

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Boleh jadi tanggal 14 Pebruari setiap tahunnya merupakan hari yang ditunggu-tunggu oleh banyak remaja, baik di negeri ini maupun di berbagai belahan bumi. Sebab hari itu banyak dipercaya orang sebagai hari untuk mengungkapkan rasa kasih sayang. Itulah hari valentine, sebuah hari di mana orang-orang di barat sana menjadikannya sebagai fokus untuk mengungkapkan rasa kasih sayang.

Dan seiring dengan masuknya beragam gaya hidup barat ke dunia Islam, perayaan hari valentine pun ikut mendapatkan sambutan hangat, terutama dari kalangan remaja ABG. Bertukar bingkisan valentine, semarak warna pink, ucapan rasa kasih sayang, ungkapan cinta dengan berbagai ekspresinya, menyemarakkan suasan valentine setiap tahunnya, bahkan di kalangan remaja muslim sekali pun.

Perayaan Valentine’s Say adalah Bagian dari Syiar Agama Nasrani Valentine’s Day menurut literatur ilmiyah yang kita dapat menunjukkan bahwa perayaan itu bagian dari simbol agama Nasrani.

Bahkan kalau mau dirunut ke belakang, sejarahnya berasal ari upacara ritual agama Romawi kuno. Adalah Paus Gelasius I pada tahun 496 yang memasukkan upacara ritual Romawi kuno ke dalam agama Nasrani, sehingga sejak itu secara resmi agama Nasrani memiliki hari raya baru yang bernama Valentine’s Day.

The Encyclopedia Britania, vol. 12, sub judul: Chistianity, menuliskan penjelasan sebagai berikut: "Agar lebih mendekatkan lagi kepada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi hari perayaan gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati St. Valentine yang kebetulan mati pada 14 Februari (The World Encylopedia 1998).

Keterangan seperti ini bukan keterangan yang mengada-ada, sebab rujukannya bersumber dari kalangan barat sendiri. Dan keterangan ini menjelaskan kepada kita, bahwa perayaan hari valentine itu berasal dari ritual agama Nasrani secara resmi. Dan sumber utamanya berasal dari ritual Romawi kuno.

Sementara di dalam tatanan aqidah Islam, seorang muslim diharamkan ikut merayakan hari besar pemeluk agama lain, baik agama Nasrani ataupun agama paganis (penyembah berhala) dari Romawi kuno.

Katakanlah: "Hai orang-orang kafir. Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang Aku sembah. Dan Aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah pula) menjadi penyembah Tuhan yang Aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku." (QS. Al-Kafirun: 1-6)

Kalau dibanding dengan perayaan natal, sebenarnya nyaris tidak ada bedanya. Natal dan Valentine sama-sama sebuah ritual agama milik umat Kristiani. Sehingga seharusnya pihak MUI pun mengharamkan perayaan Valentine ini sebagaimana haramnya pelaksanaan Natal bersama. Fatwa Majelis Ulama Indonesia tentang haramnya umat Islam ikut menghadiri perayaan Natal masih jelas dan tetap berlaku hingga kini. Maka seharusnya juga ada fatwa yang mengharamkan perayaan valentine khusus buat umat Islam.

Mengingat bahwa masalah ini bukan semata-mata budaya, melainkan terkait dengan masalah aqidah, di mana umat Islam diharamkan merayakan ritual agama dan hari besar agama lain.

Valentine Berasal dari Budaya Syirik.
Ken Swiger dalam artikelnya "Should Biblical Christians Observe It?" mengatakan, "Kata "Valentine" berasal dari bahasa Latin yang berarti, "Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Maha Kuasa". Kata ini ditunjukan kepada Nimroe dan Lupercus, tuhan orang Romawi".

Disadari atau tidak ketika kita meminta orang menjadi "to be my Valentine", berarti sama dengan kita meminta orang menjadi "Sang Maha Kuasa". Jelas perbuatan ini merupakan kesyirikan yang besar, menyamakan makhluk dengan Sang Khalik, menghidupkan budaya pemujaan kepada berhala. Icon si "Cupid (bayi bersayap dengan panah)" itu adalah putra Nimrod "the hunter" dewa matahari.

Disebut tuhan cinta, karena ia rupawan sehingga diburu wanita bahkan ia pun berzina dengan ibunya sendiri. Islam mengharamkan segala hal yang berbau syirik, seperti kepercayaan adanya dewa dan dewi. Dewa cinta yang sering disebut-sebut sebagai dewa Amor, adalah cerminan aqidah syirik yang di dalam Islam harus ditinggalkan jauh-jauh. Padahal atribut dan aksesoris hari valentine sulit dilepaskan dari urusan dewa cinta ini.

Walhasil, semangat Valentine ini tidak lain adalah semangat yang bertabur dengan simbol-simbol syirik yang hanya akan membawa pelakunya masuk neraka, naudzu billahi min zalik.

Semangat valentine adalah Semangat Berzina
Perayaan Valentine’s Day di masa sekarang ini mengalami pergeseran sikap dan semangat. Kalau di masa Romawi, sangat terkait erat dengan dunia para dewa dan mitologi sesat, kemudian di masa Kristen dijadikan bagian dari simbol perayaan hari agama, maka di masa sekarang ini identik dengan pergaulan bebas muda-mudi. Mulai dari yang paling sederhana seperti pesta, kencan, bertukar hadiah hingga penghalalan praktek zina secara legal. Semua dengan mengatasnamakan semangat cinta kasih.

Dalam semangat hari Valentine itu, ada semacam kepercayaan bahwa melakukan maksiat dan larangan-larangan agama seperti berpacaran, bergandeng tangan, berpelukan, berciuman, petting bahkan hubungan seksual di luar nikah di kalangan sesama remaja itu menjadi boleh. Alasannya, semua itu adalah ungkapan rasa kasih sayang, bukan nafsu libido biasa.

Bahkan tidak sedikit para orang tua yang merelakan dan memaklumi
putera-puteri mereka saling melampiaskan nafsu biologis dengan teman lawan jenis mereka, hanya semata-mata karena beranggapan bahwa hari Valentine itu adalah hari khusus untuk mengungkapkan kasih sayang.

Padahal kasih sayang yang dimaksud adalah zina yang diharamkan. Orang barat memang tidak bisa membedakan antara cinta dan zina. Ungkapan make love yang artinya bercinta, seharusnya sedekar cinta yang terkait dengan perasan dan hati, tetapi setiap kita tahu bahwa makna make love atau bercinta adalah melakukan hubungan kelamin alias zina. Istilah dalam bahasa Indonesia pun mengalami distorsi parah.

Misalnya, istilah penjaja cinta. Bukankah penjaja cinta tidak lain adalah kata lain dari pelacur atau menjaja kenikmatan seks?

Di dalam syair lagu romantis barat yang juga melanda begitu banyak lagu pop di negeri ini, ungkapan make love ini bertaburan di sana sini. Buat orang barat, berzina memang salah satu bentuk pengungkapan rasa kasih sayang. Bahkan berzina di sana merupakan hak asasi yang dilindungi undang-undang.

Bahkan para orang tua pun tidak punya hak untuk menghalangi anak-anak mereka dari berzina dengan teman-temannya. Di barat, zina dilakukan oleh siapa saja, tidak selalu Allah SWT berfirman tentang zina, bahwa perbuatan itu bukan hanya dilarang, bahkan sekedar mendekatinya pun diharamkan.

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.
(QS Al-Isra’: 32)

Wassalamu’alaikum wr. wb. (eramuslim.com)

Membangun Kepemimpinan Pribadi

Monday, February 13th, 2006

Kesuksesan dimasa depan bukan hanya ditentukan oleh kepandaian dan kecerdasan tetapi lebih dari nilai kepemimpinan pribadi Anda dan pembetukan kebiasaan baik. Bentuk kepemimpinan pribadi Anda dengan menerapkan “culture” yang lebih baik dimulai dari perubahan paradigma dengan dimulai dari dalam diri sendiri.

Paradigma adalah cara seseorang mempersepsi, memahami, dan menafsirkan dunia sekelilingnya. Paradigma akan merefleksikan sikap dan perilaku kita terhadap sesuatu hal atau orang lain. Paradigma dapat diartikan dengan cara pandang seseorang terhadap suatu obyek, baik itu nyata ataupun tidak, dan sampai tahap melakukan penilaian apakah obyek itu positif atau negatif. Cara pandang ini dibangun atas dasar kemampuan berfikir, Susana hati, sampai pada perwujudan perilaku. Pemahaman dan penafsiran suatu informasi yang tidak lengkap mengakibatkan persepsi kita terhadap sesuatu/orang lain menjadi tidak lengkap. Faktor eksternal yang memiliki intervensi dalam pembentukan cara pandang dipengaruhi beberapa faktor diantaranya tingkat pendidikan, budaya, tingkat ekonomi, dan lain-lain. Peristiwa yang kita alami dalam kehidupan mendorong adanya pergeseran cara pandang kita terhadap sesuatu/orang lain.

Kekuatan Paradigma
Alkisah seorang Jendral Jepang termasyur bernama Nobunaga memutuskan untuk menyerang musuh meskipun jumlah prajuritnya hanya sepersepeluh dari jumlah prajurit musuh yang akan dihadapinya. Ia memiliki kenyakinan akan mendapatkan kemenangan tapi para prajuritnya pesimis/sangsi. Para prajurit mengatakan ini hal yang mustahil "mana mungkin kita melawan musuh yang secara jumlah kita sudah tidak berimbang". Dalam perjalanannya menuju mendan pertempuran, Jendral Nobunaga berhenti di sebuah kuil Shinto, Ia kemudian melakukan doa, setelah berdoa dalam kuil Sang Jendral berkata sekarang aku akan melempar mata uang jika nanti yang muncul gambar kepala maka kita akan menang jika angka kita akan kalah nasib akan terungkap sekarang.

Lalu ia melempar mata uang tersebut lalu kepala yang muncul lalu para prajurit begitu bersemangat untuk maju kemedan perang dan memenangkan dengan mudah. Hari berikutnya seorang Ajudan berkata kepada Sang Jendral Nobunaga tak seorangpun dapat mengubah yang sudah ditakdirkan, “ Memang Benar “ kata Sang Jendral Nobunaga sambil menunjuk mata uang rangkap yang keduasisinya bergambar kepala.

Kembangkan Berpikir Positif
Pernahkah kita terpikir mengapa pita film yang umum kita kenal untuk mencuci gambar-gambar yang kita inginkan dikenal dengan film negatif. Mungking karena kita hanya melihat bayangan hitam gelap dan kelabu di sana. Namun, bila kita bersedia mencuci dan mencetaknya dengan baik, kita akan dapati nuansa indah penuh warna-warni sebagaimana yang kita harapkan. Demikian halnya dengan gambaran pikiran negatif; pikiran yang hanya merekam gambar kelam dari setiap kejadian. Kita takkan mendapati warna-warni kehidupan, karena cahaya ditangkap sebagai kegelapan. Untuk itulah, mengapa kita disarankan untuk selalu melihat segala sesuatunya dengan kacamata positif.

Tatapan yang memandang cahaya sebagai cahaya, kebaikan sebagai kebaikan, keindahan sebagai keindahan, kebahgiaan dipandang dengan kebahagiaan. Tanpa cahaya, kita tak dapat melihat apa-apa. Ibarat seorang tuna netra mendapat anugerah dapat melihat dunia. Semua yang tampak adalah indah terpantul oleh cahaya.

Berikut Beberapa Tips Membangun Berfikir Positif :
1. Cobalah untuk melihat masalah sebagai sesuatu yang baru yang memiliki suasana baru pandangan baru jangan menggampangkan masalah yang Anda hadapi
2. Nikmati dan syukuri apa yang telah Anda raih
3. Yakin bahwa Anda mampu melakukannya, Anda menjadi apa yang Anda pikirkan. Bila Anda percaya Anda bisa, Anda memperoleh "rewards" dari pikiran Anda
4. Jagalah kehidupan spiritual Anda, Akuilah bahwa hidup ini sebuah anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa. Cari dan ikuti petunjuk-Nya sehingga Anda bisa menjalani hidup ini dengan baik dan terus maju.
5. Miliki pikiran terbuka untuk menerima saran dan ide Karena dengan begitu, boleh jadi ada hal-hal baru yang akan membuat segala sesuatu lebih baik.
6. Bersikap optimis dengan memulai dari suatu yang sederhana dengan melatih menanamkan pikiran yang postif dan menggunakan bahasa positif seperti "Masalah itu dapat terselesaikan," dan " mengapa kita tidak coba alternatif pilihan lain.
7. Kembangkan senyum dengan membiasakan bahasa tubuh yang positif tampil bersahabat, hangat dan memiliki empati yang tinggi
8. Sampaikan visi apa yang Anda miliki kepada lingkungan atau orang lain agar dapat dipahami oleh yang lain
9. Terus bangun kerangka berfikir positif Anda, kembangkan kerangka harapan pada masa yang akan datang.

Respon Yang Menentukan
Kita menerima 10% belajar menimpa kita & kita tak dapat berbuat apa – apa tapi 90% respon kita itu yang akan mengubah segalanya lebih baik. Keinginan untuk tertarik kemudian belajar memahami suatu hal merupakan suatu yang sangat kecil bila kita tidak menindak lanjuti pemahaman kita dengan keberanian melakukan suatu tindakan. Miliki Visi setelah Anda mengamati seluruh kecenderungan perubahan yang sedang terjadi diluar diri serta tinjau kembali visi yang pernah Anda canangkan. Tegaskan visi baru Anda, yaitu, di posisi mana Anda ingin berada dalam waktu satu, tiga, atau lima tahun mendatang.

Tumbuh dan kembangkan Visi hidup kita jauh kedepan jangan pernah takut untuk melihat kedepan tapi ingat Visi Anda harus selalu diiringi dengan “Action” mewujudkan Visi Anda. Buatlah perencanaan dengan peta dan rancangan strategi Anda dalam melakukan tindakan yang akan Anda lakukan. Tampilkan kelebihan – kelebihan diri baik itu secara kepribadian maupun keterampilan yang dapat Anda gunakan untuk mendukung Visi Anda. Inventarisir juga hambatan seperti seberapa besar minat, sikap Anda lalu sesuaikan dengan kenyataan situasi kondisi refleksikan diri Anda dengan kebutuhan dan peminat yang sama dengan Visi Anda saat ini dengan melihat peluang – peluang Anda untuk mengembangkan diri.

Ingat jika Anda hanya memiliki Visi tanpa adanya “Action” untuk mewujudkannya Anda saat ini sedang bermimpi, jika Anda tidak memiliki Visi namun hanya setiap hari, minggu , tahun kedepan melakukan “Action”saat ini Anda hanya sedang beraktifitas saja.

Setiap individu diciptakan untuk berkembang dan menentukan nasibnya sendiri. Pada prinsipnnya Kita semua memiliki kebebasan untuk menentukan kebebasan untuk menentukan pilihan. Karena kita adalah apa yang kita lakukan berulang – ulang karena itu keunggulan bukan suatu perbuatan melainkan sebuah kebiasaan ( Aristoteles ).

Anda boleh memilih pengembangan diri jauh kedepan atau terus menerus mengasihani diri dengan tidak pernah merasa baik, mengkritik, tidak melakukan apa - apa. Tidak ada kehidupan tanpa resiko setiap individu terus berkembang dan melalui banyak tahapan krisis. Krisis memberikan hikmah bagi kita untuk terus belajar, bersikap proaktif, bahkan bersiap untuk menghadapi krisis lain. Dengan cara inilah kita terus membangun dan berkembang. Itu berarti Anda harus terus-menerus membentuk karakter diri Anda agar menjadi benar-benar unggul. Hanya dengan keunggulan Anda akan meraih hasil yang positif.

- Peryataan misi pribadi
- Jangan pernah berkompromi dengan kejujuran
- Dapatkan nasehat dari orang lain
- Selalu rencanakan hari esok
- Pertahankan sikap positif
- Pertahankan rasa humor
- Jadilah pekerja dan pribadi yang teratur
- Jangan takut untuk memulai
- Jangan takut berbuat salah
- Banyak mendengar sedikit berbicara

Ingatlah Anda melakukan yang terbaik bukan karena Anda perlu membuat orang lain terkesan Anda melakukan yang terbaik karena itu adalah salah satu cara untuk menikmati Apa yang akan atau sedang Anda lakukan. By Agung R. Harmoko (binuscareer.com)

Memilih Teman

Monday, February 13th, 2006

oleh Prof. DR. M. Quraish Shihab

Moderator]:
Boleh sedikit saya berpendapat :

Ada beberapa lingkungan yg sangat berpengaruh dalam kehidupan kita sehari-hari. Yang pertama, yg paling dekat dgn kita adalah keluarga atau di rumah. Yang tidak kalah pentingnya adalah lingkungan di luar rumah yaitu di sekolah, teman, atau yg palng dekat dgn kita adalah sahabat. Pada saat ini kita akanmembicarakan bagaimana cara memilih sahabat yg baik.

Pak Quraish]:

Saya ingin tanya dulu. Yang mana lebih disuka, saudaranya atau sahabatnya? [Saudaranya, jawab yang hadir]. Yang lain bagaimana? [Kadang-kadang dgn sahabat, kita lebih bisa curhat, jawab yang hadir]. Itu kalau mau jawaban yg lebih tepat. Kalau memang mau berkata saudara, katakan : saya suka saudara saya kalau dia menjadi sahabat saya.  Kalau saudara kita tidak menjadi sahabat, kita lebih suka sahabat daripada saudara, ya kan ?

Sahabat itu apa tho ? Kalau kita buka kamus besar bahasa Indonesia, sahabat itu diartikan teman. Ada juga dikatakan "sahabat kental". Apa bedanya "teman" dan "sahabat kental" ? Si A adalah teman saya ke sekolah. Si A menemani saya ke pasar. Belum tentu dia sahabat kental saya. Kalau sahabat kental adalah orang yg begitu dekat kepada saya, yg boleh jadi tingkatnya sampai pada tingkat bahwa saya memberitahu rahasia saya.

Nah remaja-remaja ini punya teman-teman, kan ? Apakah semua diberitahu isi hati kita ? Tidak. Itu ada tingkat-tingkatnya. Ada teman yg kita beritahu rahasia-rahasia kita seperti pacar. Ada juga teman akrab tetapi tidak diberitahu rahasia kita. Ada juga kita bersama-sama dgn dia, kita boleh jadi ada kerja sama tetapi hati kurang cocok. Sahabat itu bertingkat-tingkat. Ada lagi yang saya kenal tetapi saya tidak mau duduk dengan dia, tidak cocok rasanya, saya ngomong gini dia ngomong ke sana. Itu semua bisa dinamai teman. Tetapi dalam istilah bahasa Indonesia, teman yg sangat dekat kita namakan itu sahabat kental.

Kalau kita merujuk pada kitab suci Al Qur’an. Istilah yg digunakan tentang teman/sahabat itu bermacam-macam. Ada "shohib" yg dalam bahasa Indonesia menjadi "sahabat", itu boleh jadi shohib ini tidak seide dengan kita. Tetapi karena dia menemani kita maka kita namakan sahabat dalam perjalanan.

Ada lagi yg lebih tinggi, AlQur’an menamainya "shodiq" dari kata "Shidq". "Shiddq" itu artinya "benar", "jujur". Naa, sahabat yg baik itu, yg lebih tinggi, adalah yg berkata jujur pada anda, yg sikapnya selalu benar pada anda. Itu bagus, lebih bagus daripada sekedar menemani.

Ada yg lebih tinggi lagi. Diistilahkan dgn "kholil". "Kholil" itu terambil dari akar kata bermakna "celah". Orang yg begitu dekat dgn anda, yg pertemanannya, yg persahabatannya, yg kasih sayangnya, masuk ke celah-celah qalbu anda. Itu dinamai "kholil". Ada ndak yg begitu ? Perasaannya sudah sehati. Ketika Anda sakit dia ikut merasakan sakit.

Nah itu yg digambarkan bahwa sahabat kental itu adalah yg "dia adalah aku". Nah saya beri contoh. Pernah lihat di cermin ? Siapa yg dilihat di cermin ? Diri sendiri. Itulah kholil. Itu yg persis sama dgn anda. Apakah susah mendapat yg seperti itu ? Tapi itu boleh jadi ada. Kalau dalam sejarah Islam itu ada Sayyidina Abu Bakar dan Sayyidina Umar. Suatu waktu ada orang berkata, "Saya tidak tahu siapa khalifah, siapa kepala negara, apa kamu wahai Abu Bakar atau Umar ?". Abu Bakar menjawab, "Saya tetapi dia". Kan itu sama.

Sahabat bisa mempengaruhi kita. Karena itu katanya, pandai-pandailah memilih sahabat. Bukan teman, ya ? Bukan kenalan, ya ? Saya, kalau tidak kenal anda, saya bisa kenal anda dengan bertanya "siapa sahabatnya ?". Karena sahabat itu cermin. Dalam kata-kata bersayap, "menyangkut seseorang, jangan tanya siapa dia, tetapi carilah siapa sahabatnya", karena sahabat itu cermin dari orang itu. Kalau sahabatnya baik, dia jadi baik. Kalau sahabatnya jelek, dia pasti terpengaruh jadi jelek juga. Jadi harus pandai-pandai memilih sahabat kita karena dia bisa mempengaruhi kita.

Naa saya beri contoh. Ini contoh dari nabi. Kalau anda bersahabat dgn penjual parfum / minyak wangi, bagaimana kira-kira ? Dikasih minyak wanginya atau paling tidak aromanya. Kalo berteman dgn tukang las, bajunya terbakar atau paling tidak aromanya.

Dalam AlQuran ada kata shodiq, shohib, kholil, ada lagi kata bithonah. Bithonah itu adalah orang yg kita beritahu rahasia kita. Ada lahir ada batin. Bathin itu apa artinya ? Bithonah berasal dari kata bathin, yg berarti dia tahu batin kita. Ada waliy yg artinya adalah orang yg mendekat. Kalo Allah berfirman, "Inamal waliyukumullahu wa rosuluhu walladzina amanu, alladzina yu’tuna zakata…". Orang yg beriman itu "waliy"-nya, teman akrabnya adalah Allah, Rosul, dan orang-orang beriman. Itu temannya. Supaya dia terpengaruh dgn temannya.

Kita lihat lebih jauh. Sekarang kalau mau bersahabat -dalam pengertian bahasa Indonesia- apa sih tujuannya bersahabat ? Atau sebelum itu, perlu ndak kita bersahabat ? Perlu. Kenapa perlu ? Karena kita tidak bisa memenuhi semua kebutuhan kita. Jadi kita terpaksa, "tolong dong". Yang kedua, hidup ini bisa senang bisa susah. Kalo senang sendiri, enak ndak ? [Tidak]. Naa perlu ada sahabat dong. Semakin banyak orang yg bergembira, semakin besar kegembiraan itu. Pernah sedih. Perlu ndak ada orang yg menghibur kesedihan kita ? [Perlu]. Aaa kalau begitu kita perlu sahabat. Tapi jangan cari sahabat yg hanya waktu anda senang dia mau jadi sahabat. Ada kan yg begitu ? [Ada]. Cari sahabat yg bisa menemani anda pada waktu senang dan pada waktu susah.

Kita lihat lebih jauh. Kenapa bersahabat ? Ini macam-macam tujuannya. Ada orang bersahabat karena ada kesenangan. Ooo saya bersahabat dgn si A karena dia pandai main basket atau main bola. Sama-sama senang main bola. Ooo ini tujuan bersahabatnya hanya mau senang-senang. Ada lagi orang bersahabat karena ada kepentingan. Katanya, sebagian politisi begitu. Ada maunya saja. Karena itu mereka berkata bahwa tidak ada sahabat abadi dan tidak ada musuh abadi. Karena saya punya kepentingan maka kita bekerja sama sekarang. Besok jika tidak ada kepentingan, tidak akan bekerja sama.

Kalau mau bersahabat yg benar, carilah orang yg terus menerus bersama anda memberi manfaat sampai di hari kemudian. Karena Al Qur’an berkata, "Al akhilahu yaumaidzin ba’duhum li ba’din alu ilal muttaqin", sahabat yg sekental apa pun yg sudah masuk kecintaannya ke relung-relung qalbunya itu pada hari kemudian akan jadi bermusuhan kecuali sahabat yg dijalin berdasarkan ketaqwaan kepada Allah.

Nah sekarang bagaimana kita cari sahabat ? Dulu Lukmanul Hakim, disebutkan dalam Al Qur’an, pernah menasehati anaknya, "Nak, kalau kamu mau cari sahabat, bikin dia marah terlebih dahulu", kaget kan ? "Baru lihat, kalau dia tanggapannya itu adil, wajar, tidak berlebih-lebihan, nah itu bisa dijadikan sahabat". Kalau baru sedikit sudah marah, sudah memaki, wah harus berhati-hati. Kita kan bisa salah. Begitu kita salah lantas dia marah luar biasa. Wah ini tidak bisa menjadi sahabat. Itu nasehatnya Lukmanul Hakim.

Ada yg lain. Merujuk kepada hadist-hadist nabi. Kalau mau cari sahabat, pertama, lihat terlebih dahulu apakah dia baik kepada keluarganya & orang tuanya atau tidak. Kalau anak itu durhaka jangan jadikan dia sahabat. Kedua, lihat bagaimana sikapnya terhadap materi. Ooo ini dia baru mau kenal dgn saya kalau saya belikan dia es krim. Kalau tidak dibelikan es krim, dia tidak mau berteman. Ooo ini tidak bisa jadi teman dong. Lihat juga bagaimana sikapnya tentang kedudukan, dan lain sebagainya.

Kemudian, lihat bagaimana aktivitasnya sehari-hari. Ooo dia itu main melulu tidak pernah belajar. Apakah bisa dijadikan sahabat atau tidak ? [Tidak bisa]. Ooo dia itu tidak sholat, dia itu tidak beragama dgn baik. Lihat kegiatannya sehari-hari. Lihat bagaimana dia kalau anda salah. Dia nasehati anda, dia betulkan anda, atau tidak. Aaa kalau ada yg meninggalkan anda, itu tidak bisa menjadi sahabat.

Dan lihat keakrabannya dgn anda. Dikatakan, tidak mungkin terjalin persahabatan antara satu penguasa dgn rakyat jelata walau pun sebelumnya dia berteman, kalau orang yg berkuasa ini merasa dirinya terlalu tinggi sehingga kalau ditegur dia marah. Bisa kan? Contoh, oo tadinya dia teman saya, tapi begitu dia menjadi ketua OSIS, dia sudah merasa gede, sombong, itu tidak bisa terjalin persahabatan. Tidak juga bisa terjalin persahabatan kalau anda merasa minder. Ooo dia ini sudah terlalu tinggi nih sehingga saya sudah tidak bisa menegur.

Persahabatan itu harus seimbang. Kita sama. Walaupun kamu kaya saya miskin, kamu gagah saya tidak tampan, tapi kita kan sama-sama manusia. Itu bisa terjalin persahabatan. Jadi kalau ada keangkuhan, tidak akan terjadi persahabatan.

Itu tuntunannya. Jadi pilih-pilih. Lihat itu. Sebab kalau tidak, pasti dipengaruhi. Kita tidak bisa bertahan itu.

Sekarang, anda sudah punya sahabat. Bagaimana memelihara itu persahabatan itu ? Itu tidak gampang memelihara persahabatan. Ada orang pandai bersahabat tetapi tidak pandai memelihara persahabatan. Nah ada tuntunan agama bagaimana seseorang memelihara persahabatan. Dan kalau saya berbicara tentang persahabatan ini, itu bukan hanya antar anak-anak. Orang tua pun termasuk.

Yang pertama, dikatakan, jangan mencampurbaurkan antara serius dan canda. Biasa serius, dianggap bercanda. Biasa bercanda, dianggap serius. Itu kalau campurbaur, putus itu persahabatan. "Saya kan main-main nih, main-main maki anda, terus anda anggap serius".[Diambil hati terus tersinggung]. Tersinggung kan? Lha ini orang main-main saja. Anda tidak bisa memelihara persahabatan kalau mencampurbaurkan itu.

Yang kedua, biasa sahabat kita itu bisa bercanda, bisa juga serius dia marah. Kalau mau pelihara persahabatan, jangan jawab marahnya atau makiannya itu dgn makian yg serupa. Tapi bisa menjawabnya dgn bercanda kepadanya. Dalam hubungan suami istri misalnya kalau istri marah jangan ikut marah tetapi peluk dia, cium dia, nanti ndak jadi marah. Jadi jangan dijawab dgn marah.  Itu terpelihara. Ooo dia marah, dijawab dgn canda dgn muka ceria. Jadi harus ada satu yg mengalah.

Yang ketiga. Jangan sekali-kali berkata kepada teman anda, "Kamu bodoh". Dan jangan juga kalau dia memberi saran pada anda dan ternyata sarannya keliru terus berkata, "Ini gara-gara kamu nih".  Biasa begitu ? Itu tidak terpelihara. Jangan juga berkata kalau anda beri saran pada dia lantas saran anda bagus, "Itu kan karena saya". Itu tidak terpelihara persahabatan.

Harus pandai mendengar. Kalau sahabat anda itu menyampaikan joke/cerita lucu dan anda sudah tahu, bagaimana caranya ? Jangan bilang, "Stop, itu saya sudah tahu tuh". Tidak bisa begitu. Terus saja mendengarkan. Ikut tertawa. Menjadi pendengar yg baik. Kalau tidak pandai mendengar, persahabatan tidak akan langgeng.

Jangan sekali-kali, menampakkan jasa anda kepada sahabat. Karena itu menjadikan paling tidak dia rendah diri. Kalau sudah berbeda, ada satu yg rendah diri, satu tinggi hati, tidak terjadi persahabatan yg tulus.Ya kan ?

Kalau sahabat anda senang, ikutlah senang. Itu adalah kewajiban bersahabatan. Kalau dia susah, ikut susah, yg demikian lebih wajib. Jadi jangan sekali-kali menampakkan kesedihan waktu dia senang. Jangan juga menampakkan rasa senang waktu dia sedih. Itu baru anda bersahabat. Ini lagi susah, eh datang bercanda.

Persahabatan ini baru bisa langgeng sampai hari kemudian kalau sesuai dengan tuntunan agama. Karena itu di hari kemudian ada tujuh kelompok yg mendapatkan kedudukan yg tinggi di sisi Tuhan salah satu di antaranya adalah dua orang yg bersahabat karena Allah, bertemu dalam tuntunan agama, dan berpisah dalam tuntunan agama.

[moderator]:
Bagaimana pendapat bapak tentang persahabatan antara dua orang yg sudah tidak ada saling ketersinggungan dalam arti bercanda secara kasar tidak merasa tersinggung. Itu bagaimana ?

[Jawab]:
Saya kira itu bisa saja ada. Tetapi sekali-sekali, bisa juga ada rasa tersinggung. Jadi sebenarnya kita harus tetap menjaga. Bisa saja ada situasi yg membuat marah lantas putus. Jadi betapa pun, bercanda jangan berlebihan. Kalau serius, kita serius. Kalau bercanda, kita bercanda, tapi jangan  berlebihan. Kalau bercanda dan dia tidak tersinggung, memang seharusnya begitu. Seperti panduan pertama, jangan campurkan antara bercanda dan serius.

[Tanya]:
Curhat. Sebatas mana dalam Islam dalam hal yg disampaikan. Mungkin kita menyadari agak sulit sekali untuk mencari sahabat sejati. Kita khawatir isi hati, rahasia sudah disampaikan, satu saat kita pecah misalnya, kita berpisah dan dia benci sama kita sehingga rahasia kita dibeberkan. Batasan-batasan dalam Islam itu sebatas mana rahasia kita bisa diungkapkan kepada orang lain.

[Jawab]:
Yang pertama dulu, jangan curahkan semua rahasia anda kepada orang yg anda tidak percaya. Itu sebabnya di dalam Al Qur’an dikatakan, ”Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.” (QS. Ali Imran : 118). Bukan karena dia berlainan agama atau berlainan bangsa dgn anda. Tetapi karena orang itu -yg Allah larang sebagai tempat curhat- tidak segan-segan terus-menerus akan mencari keburukan kamu. Sudah jelas kebenciannya kepada kamu. Dari ucapan-ucapannya. Jangan sampaikan kepadanya.

Tetapi kalau anda yakin bahwa orang ini jujur, bisa dipercaya, dan beragama maka silakan curhat. Silakan sampaikan rahasia. Tapi syaratnya itu tadi. Dia orang yg terpercaya agamanya, dll.

Dan kalau dia terpercaya agamanya, tidak mungkin ia mengkhianati anda. Itu sebabnya juga yang paling banyak tahu kita itu, kalau dalam kehidupan suami istri, kan suami yg paling tahu istrinya  dan istri yg paling tahu suaminya. Kalau terjadi perceraian, kalau dia beragama (istri / suami) maka dia tidak akan beberkan keburukan suaminya/istrinya.

Jadi curhatlah kepada orang yg anda percaya. Dan sebelum sampai pada tingkat percaya itu ada proses. Sebelum bersahabat kan berkenalan dahulu. Setelah berkenalan ya berteman. Setelah berteman, terujimenjadi shodiq. Setelah shodiq menjadi khalil. Istilah lain selain itu di Quran adalah qorin. Teman yg selalu di mana-mana curhat-curhatan. Jadi bertingkat-tingkat.

[Tanya]:
Anak kecil bernama Gelar. Ada satu orang anak merasa cocok dgn anak yg lain. Mereka sudah bersama, selalu bareng, sudah dianggap sebagai sahabat. Tetapi mereka berdua itu berlainan agama. Itu bagaimana ?

[Jawab]:
Bagus ni pertanyaannya. Sebenarnya tidak ada halangan dalam ajaran Islam dalam bersahabat dengan siapa pun. Bahkan, kalau kita baca dalam Al Qur’an dalam masalah sahabat ini, ada perintah Allah di surah An Nisa, "Wa’budullah wala tusyriku bihi syai’an wabil walidaini ihsana….. wa shohibi bil jambi". Kita disuruh berbuat baik kepada teman yg berdekatan dgn kita. Yang berdekatan ini boleh jadi yg berdekatan rumahnya, boleh jadi berdekatan sama-sama dalam perjalanan, dll. Tidak ada halangan untuk bersahabat. Tapi ingat, masing-masing harus saling menghormati, harus saling menjaga perasaan, masing-masing harus menjalankan agamanya dgn baik. Jangan sampai ada sifat-sifat buruknya mempengaruhi kita, itu yg terlarang. Karena itu tidak terlarang tetapi sebelum itu, sebelum akrab, yakinlah bahwa dia memberikan manfaat buat saya. Ooo saya bersahabat mau belajar bersama, boleh-boleh aja. Saya bersahabat mau pergi menonton bersama, boleh-boleh aja. Walaupun berlainan agama, berlainan bangsa, berlainan suku, selama tujuannya itu baik dan benar. Boleh saja. Saya juga punya banyak sahabat non muslim.

[Tanya]:
Katanya, kalau terlalu akrab dengan teman itu suka kalau ada gesekan sedikit, susah kembalinya. Apakah itu betul, pak?

[Jawab]:
Itu betul, kalau yg bersangkutan tidak memperhatikan syarat-syarat bagi pemeliharaan persahabatan. Ini tadi, akrab sekali tetapi canda dijadikan serius. Akrab sekali sampai tidak segan-segan berkata "kamu bodoh" di depan orang. Padahal untuk memelihara persahabatan tetap harus dijaga perasaan. Karena itu pula ada pesan bahwa semua yg melampaui batas itu buruk. "Khairul ummur al washad". Saya mau beri contoh. Berwudhu itu berapa kali? Tiga-tiga kali. Kalau misalnya ada air sungai, boleh ndak berwudhu empat-empat kali? Airnya ndak habis-habis nih. Tidak boleh juga. Yang berlebih-lebihan itu buruk. Bercanda jangan berlebih-lebihan. Naa, bersahabat, bercinta, jangan juga berlebih-lebihan. Cintai kekasihmu sewajarnya, karena apa? Boleh jadi ia menjadi lawanmu suatu waktu. Musuhi musuhmu sewajarnya, boleh jadi ia menjadi sahabatmu suatu waktu. Moderasi itu, pertengahan itu adalah yg baik. Semua yg ditengah, dala, hal ini baik. Boros jelek, pelit juga jelek. Ceroboh jelek, penakut jelek, nah di tengahnya itu adalah berani.

[Moderator]:
Pak Quraish, sedikit, ada beberapa pendapat bahwa ada pantangan berbisnis bersama sahabat karena aslinya ketahuan karena itu menyangkut materi.

[Jawab]:
Na kalau menyangkut materi ya begitu itu. Itu bisa saja terjadi. Karena persahabatannya bukan didasari keikhlasan, bukan didasari kepentingan yg lebih besar, tetapi didasari oleh keuntungan. Tapi kalau dia bersahabat secara tulus, boleh jadi dia justru memberikan sebagian keuntungannya untuk yg bersangkutan. Nah itu sahabat yg benar.

[Kesimpulan]:
Kalau kita mau pilih sahabat, saya ingin katakan, pandai-pandailah memilih sahabat. Carilah sahabat yg bisa memberi manfaat pada anda sebanyak mungkin dan selanggeng mungkin. Kemudian, pandai-pandailah memelihara sahabat. Banyak orang pandai bersahabat tetapi tidak pandai memelihara persahabatan itu. Nah persahabatan yg langgeng itu adalah yg didasari oleh kepentingan yg langgeng pula bukan kepentingan sementara. Dan kepentingan yg langgeng itu tidak ada kecuali yg berdasarkan nilai-nilai ajaran agama. Mau materi, ga langgeng. Mau cinta/senang karena dia cantik, ga langgeng, karena kalo sudah tua jadi jelek tho.

[moderator]:
Mudah-mudahan buat kita semua yg ada di sini dan juga pemirsa di rumah bisa mendapatkan sahabat yg baik dan berpengaruh baik terutama untuk kita.

Lentera Hati, MetroTV 3 Oktober 2004 14:00 – 15.00 WIB Disusun oleh Teguh Sudibyantoro dan Arief Wiryanto